Posted by: insanmudatc | April 13, 2010

Ke-Khusus-an Training

Training adalah sebuah dunia yang penuh pembelajaran, dimana proses belajar di dalamnya penuh dengan kreativitas sehingga belajar dapat dilakukan dalam nuansa dan suasana kondusif. Dengan segala kelebihannya, Training tidak sekedar menjadi ajang transfer ilmu, namun juga transfer nilai dan output yang diharapkan adalah terjadinya perubahan sikap, tercapainya skill, dan meningkatnya profesionalitas trainee.

Dalam kenyataannya, masyarakat masih banyak yang belum bisa membedakan antara Training, ceramah, ta’lim, mengajar, dan forum-forum ilmu lainnya. Hal ini menyebabkan munculnya sebuah pandangan bahwa jika ada sesi materi, maka setiap pemberi materi adalah trainer. Akibatnya, terjadi penyempitan makna akan pengertian trainer dan proses Training itu sendiri. Ini tentu sebuah kondisi yang harus diluruskan. Dengan memahami makna sebenarnya dari Training, maka proses perancangan dan persiapan sebuah Training pun akan lebih maksimal.

Lalu, apa ciri khusus yang membedakan antara Training dan forum ilmu lainnya?

Mari kita bedah dari akar katanya…..

Training, berasal dari kata Train yang artinya berlatih, diberi akhiran ing yang membuatnya memiliki makna proses berlatih.

Untuk melihat lebih mendalam tentang Training, dapat digunakan analogi berlatih sepak bola.

Saya menggunakan analogi sepak bola, karena dalam latihannya, ada proses berlatih.

Coba anda bayangkan, saat anda berlatih sepak bola, apa saja yang perlu ada sehingga proses berlatih dapat dijalankan dengan baik?

1. Coach

Proses berlatih yang baik dapat dilakukan dengan adanya coach, atau yang disebut dengan pelatih. Dalam latihan sepak bola, pelatih bisa satu orang, bisa lebih dari satu orang (asisten pelatih, pelatih kiper dsb). Dalam Training diwakili oleh Trainer. Jumlahnya pun bisa satu dan bisa banyak. Misalnay sang trainer dibantu asisten trainer, fasilitator dsb, semuanya adalah bagian dari tim trainer.

2. Player

Dalam proses berlatih sepak bola, tentu harus ada pemainnya. Jika hanya pelatih, siapa yang akan dilatih? Dalam Training, Player diwakili oleh Trainee, atau dalam bahasa kita adalah peserta Training. Tanpa Trainee, Training tidak bisa dilaksanakan.

3. Field

Berlatih sepak bola butuh lapangan? pasti! Lapangan yang dipakia bisa dimana saja. Namun, semakin KHUSUS lapangan yang dipakai, semakin baik proses berlatih yang dilakukan. Dalam Training, diwakili oleh Training Class, Training Field, atau Training Area. Sama dengan sepak bola, semakin khusus tempat dilaksanakannya Training (dalam hal ini, disiapkan secara khusus dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan untuk mendukung proses Training), maka semakin baik.

4. Content

Dalam proses berlatih sepak bola, tentu ada konten atau muatan materi yang disampaikan. Misalnya coach memberikan materi mengenai bagaimana cara yangbaik untuk melakukan jebakan offside, dsb. Dalam Training, harus jelas Content atau muatan materinya. Apa yang akan diberikan, sehingga terjadi perubahan pada diri trainee.

5. Tools

Saat anda berlatih sepak bola, tools apa saja yang anda butuhkan? bola, gawang, palang, sepatu sepak bola, dsb. Dalam Training, Tools pun diperlukan, dan hal ini tergantung konten yang diberikan. Misalnya, saat memberikan Training mengenai Team Building, dan sudah jelas simulasi yang dilakukan, baru menentukan tools-nya, apakah butuh tali, bola, pipa, dan alat-alat lainnya.

6. Rules

Setiap proses berlatih sepak bola, pasti ada aturan main yang harus ditaati oleh para pemain dan pelatih, sehingga proses berlatih menjadi lancar dan meminimasi gangguan-gangguan. Dalam Training, dibuat sebuah kondisi yang kondusif agar para trainee dapat mengikuti Training dengan baik. itulah Rules. Bentuknya dapat berupa aturan untuk mematikan HP selama sesi pelatihan, mengikuti seluruh rangkaian acara, dan aturan-aturan main lainnya.

7. Process

Setelah semua alat dan bahan tersedia, untuk dapat disebut berlatih sepak bola, perlu adanya proses latihan itu sendiri. Jika anda melihat proses berlatih dalam sepak bola, tentu harus ada keterlibatan dari setiap pemain untuk ikut mencoba apa yang menjadi konten pelatihan, sesuai dengan peran dan posisi masing-masing. Dalam Training, Process atau prosesnya perlu diperhatikan, dalam hal ini, perlu ada keterlibatan dari para trainee, untuk ikut berlatih tentang konten yang diberikan, sehingga proses Training maksimal untuk semua trainee.

Untuk merancang sebuah Training yang baik, 7 aspek tersebut harus diperhatikan, untuk mendukung tujuan dari Training itu sendiri. Inilah yang membedakan Training dengan forum ilmu yang lain, dimana Training sangat memperhatikan detil, dan dengan  memberlakukan 7 aspek tersebut, maka sebuah Training dapat dirancang dan dilakukan dengan penuh kreativitas, dengan tujuan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, yaitu tidak sekedar menjadi ajang transfer ilmu, namun juga transfer nilai dan output yang diharapkan adalah terjadinya perubahan sikap, tercapainya skill, dan meningkatnya profesionalitas trainee.

-Superteens-

Advertisements
Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

Wasiat Rasulullah SAW Tentang Pemuda

Saya wasiatkan para pemuda kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambut saya, sedang kaum tua menentangnya.

-Rasulullah SAW-

Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

Lingkungan Sukses

Sebagai pemuda, anda lebih banyak dipengaruhi lingkungan daripada rumah. Perbedaan ini sangat mencolok dengan saat anda masih duduk di bangku SD. Karena itu, untuk menjadi seorang pemuda sukses, anda harus mencari lingkungan yang bisa membuat anda sukses. Ini harga mati yang tidak bisa ditawar. Karena itu, tidak salah jika saya katakan anda harus memilih dengan bijak siapa yang menjadi teman anda. Saat anda bergaul dengan pedagang minyak wangi, anda akan tertular bau wangi parfumnya. Saat anda bergaul dengan pandai besi, anda akan dapat bau hangus pembakaran tungku besinya.

Bagaimana sih lingkungan yang akan membuat anda sukses?

Ada beberapa kriteria yang dapat membuat lingkungan itu disebut lingkungan sukses:

1. Membuat anda dekat dengan Allah SWT

Lingkungan sukses adalah lingkungan yang akan membuat anda semakin dekat dengan Allah SWT. Tentu saja, berarti lingkungan ini harus jauh dari segala bentuk kemaksiatan.

Mengapa harus dekat dengan Allah SWT? Sederhana saja. Jika anda ingin uang, maka kepada siapa anda akan meminta? Kepada konglomerat atau kepada pengemis di pinggir jalan? Tentunya anda meminta kepada konglomerat. Alasannya simple, karena konglomerat memiliki uang berlebih, sedangkan pengemis tidak mempunyai uang. Kalaupun ada, belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Bagaimana pengemis bisa memberi anda uang.

Bicara soal sukses, sebenarnya siapa sih yang memiliki kesuksesan itu? Tentunya jika anda orang beragama, anda akan menjawab sama, yaitu Allah SWT. Jadi, kalau mau sukses, ya mintanya ke Allah SWT dong…. bukan ke yang lain.

Nah, sekarang coba bayangkan jika anda mau meminjam uang karena sedang butuh uang dalam jumlah besar. Anda mencoba untuk meminjam uang kepada orang yang lewat di depan rumah anda dan tidak anda kenal. Apa reaksi orang tersebut? Apakah anda akan diberi pinjaman?

Sekarang temui teman baik anda, yang paling dekat. Yang biasa jalan bareng, tidur bareng. Cobalah untuk meminjam uang darinya. Jika teman anda itu memiliki uang lebih, kira-kira apakah dia akan memberi anda pinjaman?

Jawabannya sudah jelas, bahwa anda akan lebih mudah mendapatkan apa yang anda inginkan jika anda meminta kepada orang yang sudah dekat dengan anda. Begitu juga saat anda ingin sukses. Sekedar meminta kepada yang memilikinya belum cukup. Anda akan jauh lebih mudah mendapat kesuksesan itu jika anda dekat dengan Sang Pemberi sukses itu. Karena itulah, mendekatkan diri kepada-Nya menjadi satu poin krusial dalam perjalanan anda untuk mendapatkan kesuksesan.

Di sekolah, ataupun kampus tempat anda mengenyam pendidikan, pasti lingkungan seperti itu ada. Misalnya, rohis/DKM/SKI di sekolah atau LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di kampus. Di lingkungan rumah anda juga tidak kalah banyaknya, seperti remaja masjid di kompleks tempat anda tinggal. Jika tidak menemukan juga, di kota tempat anda tinggal pastilah ada organisasi-organisasi keislaman tingkat kota yang dapat anda jadikan media anda untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Banyak kok. Tinggal anda mau berusaha mencari, pasti ketemu. Jadikan lingkungan tersebut salah satu lingkungan yang menjadi andalan anda untuk men-charge lagi keimanan kamu di saat berbagai godaan sudah menjauhkanmu dari Allah SWT.

2. Saling nasehat menasehati

Syarat berikutnya agar sebuah lingkungan menjadi lingkungan sukses, adalah saling nasehat-menasehati. Allah SWT berfirman dalam sebuah surat yang pasti anda sudah hafal.

Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS Al-’Asr 1-3)

Dalam surat Al-’Asr 1-3, Allah SWT mengatakan bahwa by default kita semua, saya maupun anda, sebenarnya berada dalam kondisi rugi. Lalu ditegaskan bahwa ada hal-hal yang membuat seorang manusia itu lepas dari kondisi kerugian, yaitu beriman, mengerjakan kebajikan, dan saling menasehati dalam kebenaran serta kesabaran. Mau jadi orang rugi? Jika tidak, mari saling menasehati! Dalam apa? Tentunya saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Bukan seperti komplotan koruptor yang bekerja sama, saling menasehati agar sama-sama saling untung dengan mengambil uang rakyat.

Dalam proses saling menasehati, tentunya harus ada proses legowo, tidak keras kepala. Namanya juga menerima nasehat. Terima dengan jiwa besar. Jika nasehat itu dari teman anda, Insya Allah pasti bermaksud untuk memperbaiki anda, bukan merendahkan anda. Begitu juga sebaliknya, anda juga jangan pelit untuk menasehati teman anda. Dengan perilaku saling memberi dan menerima, maka lingkungan tersebut akan menjadi lingkungan yang indah dan sangat membantu anda untuk sukses, karena begitu banyak orang dalam lingkungan yang ingin dan senang jika anda sukses.

3. Bersaing dan berlomba dalam kebaikan

Bersaing itu baik, jika persaingan terjadi secara sehat. Anda bisa melihatnya pada persaingan teknologi handphone. Bandingkan HP dulu dengan sekarang. Jaman tahun 90-an, saat HP baru masuk ke Indonesia, harganya sangat tinggi, bisa mencapai puluhan juta rupiah, dengan teknologi yang pas-pasan jika dibandingkan teknologi saat ini. Ukurannya besar dan berat. Gelombang sinyalnya berbahaya dan dapat lebih cepat merusak otak. Jika dipakai lama, anda akan merasakan telingan anda terasa hangat dan kepala anda merasakan pusing. HP jaman dulu juga hanya sebatas bisa dipakai telepon tanpa fitur lain, dengan harag pulsa yang melambung tinggi. Tidak heran jika pemilik HP hanya sebatas para eksekutif dan pebisnis kaya raya.

Bagaimana dengan HP sekarang? Semua orang punya HP, mulai dari orang paling kaya sampai dengan tukang sayur dan sopir angkot. HP sekarang ukurannya kecil, mudah dibawa, dengan fitur-fitur yang menarik dan tampilan yang indah, dan secara keseluruhan jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan HP jaman dulu yang harganya puluhan juta. Harga HP sekarang? Yang berkamera saja sudah ada yang berharga di bawah 500.000 rupiah. Jadi, harga turun drastis, kualitas naik drastis!

Perubahan yang besar dari teknologi dan harga HP ini disebabkan oleh persaingan yang terjadi antar produsen HP. Semakin banyaknya pengguna HP menuntut produsen HP untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk lebih jauh dengan harga lebih terjangkau agar orang tetap membeli produk mereka. Persaingan ini menguntungkan tidak hanya produsen HP, namun juga konsumen yang semakin luas cakupannya.

Bayangkan jika anda dan teman-teman anda bersaing dalam kebaikan, berlomba-lomba untuk melakukan amal soleh baik secara kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya kapasitas anda dan teman anda yang terpacu untuk terus ditingkatkan, namun lingkungan anda juga merasakan dampak kebaikannya karena semakin banyak menerima akibat dari aktivitas kebaikan yang anda dan teman-teman anda lakukan. Akhirnya, baik anda, teman anda, dan lingkungan sekitar anda menjadi semakin baik. Begitulah lingkungan sukses, tidak hanya menjadikan sukses bagi pribasi lingkungan tersebut, namun juga memberikan efek sukses kepada lingkungan di sekitarnya, karena hakikat sukses sebenarnya adalah bukan sekedar saat diri anda sukses, namun juga saat anda dapat mensukseskan orang lain.

4. Mau mengevaluasi anda

Jika anda diminta memilih teman, Anda pilih mana?

  1. Teman yang selalu memuji anda, membesar-besarkan anda, menganggap anda baik dalam semua hal, memenuhi semua keinginan anda
  2. Teman yang memberitahu anda bahwa anda salah di saat memang anda melakukan kesalahan, memberi anda input di saat kapasitas anda butuh ditingkatkan, mengatakan segala kondisi anda apa adanya.

Anda akan memilih teman a atau teman b?

Sekilas memiliki teman seperti poin a rasanya enak ya. Anda akan selalu merasa menjadi orang paling hebat tanpa cacat. Tidak pernah merasa direndahkan dan jauh dari resiko tersinggung. Jika anda berteman dengan teman tipe b, anda seakan-akan selalu dianggap punya kekurangan. Ada saja koreksi yang diberikan, seakan-akan anda tidak pernah sempurna.

Apakah anda adalah orang yang sempurna?

Saya ganti sedikit pertanyaannya ya

Apakah ada orang yang sempurna?

Anda, dan saya, bukanlah orang yang sempurna, dan tidak akan pernah menjadi sempurna. Ini bukan pernyataan pesimis. Namun memang begitulah batasan manusia sebagai makhluk ciptaan yang Maha Sempurna, satu-satunya yang sempurna di alam semesta ini. Karena itu, manusia tidak akan bisa hidup sendiri, karena ketidaksempurnaannya perlu dilengkapi oleh orang lain.

Jangankan anda sebagai manusia. Nabi Adam saja, seorang nabi yang kedekatannya dengan Allah SWT tidak perlu dipertanyakan, tinggal di dalam surga yang kenikmatannya juga tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi hidup sendiri, merasa kesepian. Karena itu Nabi Adam meminta kepada Allah SWT untuk diberi pendamping hidup, dan Allah SWT memberi Siti Hawa.

Seandainya anda diberi Negara Indonesia seluruhnya. Mulai dari sabang sampai merauke, semuanya milik anda. Monas, Tugu Pahlawan, Jembatan Tol Pasoepati, Jalan Tol Cipularang, Danau Toba, Pupuk Kaltim, Bunaken, Freeport semua boleh anda bawa pulang! Tapi di anda harus hidup tetap hidup di Indonesia, dan sendirian. Mau?

Inilah indahnya hidup yang sudah dirancang dengan sangat baik oleh Allah SWT. Sebuah kehidupan saling mengisi.

Dalam proses saling mengisi untuk saling memperbaiki diri, perlu adanya kejujuran. Teman tipe a mungkin terasa enak, namun tidak akan bertahan lama, sampai saatnya anda benar-benar hancur karena tidak pernah meningkat kapasitasnya. Dalam proses daling mengisi, memang diperlukan kesabaran dan keterbukaan untuk diberi masukan dan masukan yang benar-benar anda butuhkan hanya dapat keluar dari orang yang mau jujur memandang anda apa adanya dan mau memberi tahu anda apa adanya juga, sehingga anda dapat dinilai apa adanya. Dari situ, anda dapat senantiasa meningkatkan diri menjadi manusia yang selalu lebih baik dari sebelumnya.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Koreksi dari teman anda awalnya terasa tidak enak, namun akan berdampak positif saat anda mau menerimanya dengan ikhlas dan hati lapang, terbuka serta siap memperbaikinya. Percayalah!

Siap untuk mencari lingkungan sukses? Lingkungan sukses tidak akan datang dengan ditunggu. Ia akan anda dapatkan dengan melakukan pilihan. Life is Choice, Choice must Wise. Pikirkan lingkungan yang akan baik untuk anda dalam jangka panjang. Jangan terpengaruh oleh lingkungan yang seakan enak dan menyenangkan, namun sesungguhnya, tidak begitu lama akan menghancurkan anda.

Cukuplah keadaan sekitar anda menjadi bukti bagaimana pemuda begitu mudah terjerumus ke jurang kenistaan, karena tidak bijak dalam menentukan pilihan hidup, dan hanya melandaskan pilihan pada kesenangan semu semata. Berbagai tantangan di persimpangan jalan yang menghadang.

Anda ingin sukses? Lakukan sekarang juga!

-Superteens-

Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

Satu Jalan Menjadi Pecundang

Saya sangat yakin bahwa ada banyak jalan untuk menjadi pemenang, namun hanya ada satu jalan untuk menjadi pecundang, yaitu gagal dan tidak belajar dari kegagalan itu.

-Kyle Rote Jr.-

Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

Lebih Baik SIAP GAGAL Daripada SIAP SUKSES

Orang berlatih untuk menghadapi kesuksesan, padahal seharusnya mereka berlatih untuk menghadapi kegagalan. Kegagalan jauh lebih sering terjadi daripada kesuksesan. Kemiskinan jauh lebih mudah ditemui daripada kekayaan. Kekecewaan jauh lebih lumrah daripada kepuasan.

-J. Wallace Hamilton-

Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an

Buku ini adalah buku yang bercerita tentang sebuah keluarga luar biasa dengan 10 anak yang semuanya adalah penghafal Al-Qur’an. Sebuah buku yang Recommended untuk anda semua, terutama yang ingin membangun keluarga yang hebat.

Buku ini berisi kisah nyata sebuah keluarga yang dibangun oleh pasangan Mutatimul ‘Ula (Tamim) dan Wirianingsih (Wiwi), sebuah keluarga yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an yang begitu kental, sehingga menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Pendidikan Al-Qur’an diberikan semenjak anak-anaknya kecil. Bahkan Wiwi membentuk madrasah Al-Qur’an di rumahanya, untuk sekaligus membina anak-anak sekitar rumahnya yang juga menjadi teman-teman sepermainan anak-anaknya, sehingga selain di rumah, lingkungan bermainnya pun dipenuhi anak-anak yang soleh sehingga membantu perkembangan mereka.

Al-Qur’an adalah sumber segala sumber ilmu, itulah kenyataan yang diyakini dengan sangat kuat oleh Tamim dan Wiwi. Karena itu, untuk orang yang hafal Al-Qur’an tentu harus juga berprestasi, karena telah menguasai dasarnya. 10 Anak mereka, tidak hanya hafal Al-Qur’an, namun juga berprestasi dalam kehidupan akademik dan sosialnya. Diantara anak-anaknya ada yang berkuliah di ITB, LIPIA, Al-Azhar Kairo, dsb. dan juga dipercaya menjadi jajaran pemimpin di organisasi-organisasi yang diikuti baik di sekolah maupun di kampus. Subhanallah!

Bagaimana hal ini bisa diwujudkan? inilah yang akan saya bahas. Dari buku ini, ada beberapa manfaat yang dapat diambil, diantaranya:

1. Sehebat apapun lingkungan membentuk anda, semua tetap kembali kepada bagaimana lingkungan rumah memberikan anda pendidikan. Bagi keluarga Tamim dan Wiwi, walaupun sudah menyerahkan pendidikan anaknya ke sekolah dan pesantren, pendidikan utama tetap di rumah. Guru nomor satu adalah Tamim dan Wiwi sendiri. Ini berbeda dengan kebanyakan keluarga yang menyerahkan 100% pendidikan anaknya ke sekolah, dan tidak menjadikan kehidupan rumahnya sebagai madrasah pendidikan bagi anak-anaknya.

2. Begitu banyak keluarga yang menyerahkan pendidikan anak kepada seorang istri saja. Padahal Allah banyak berfirman dalam Al-Qur’an kepada para ayah dalam keluarga untuk menjadi tonggak pendidikan dalam keluarga. Contohnya, Allah memerintahkan kepada Luqman untuk mendidik anaknya, dalam surat Luqman. Dalam keluarga ini, di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR, Tamim tetap menjadi pendidik utama dalam keluarga, dimana Wiwi menjadi asisten setianya. Ayah adalah figure pendidik, bukan sekedar pencari nafkah saja. Jadi, bagi anda para suami atau calon suami, bersiap-siap ya….

3. Dalam Sebuah proses pendidikan, kekuatan Integritas memiliki kekuatan yang besar. Dalam hal ini, integritas ditunjukkan dengan Qudwah, panutan atau contoh. Tamim dan Wiwi menjadi contoh bagi anak-anaknya dalam menghafal Al-Qur’an, dan senantiasa membimbing mereka dengan sabar dan tekun.Anda tentu sudah banyak mendengar dari para ahli bahwa anak adalah peniru ulung, dan akan mengikuti apa yang dilakukan dibandingkan perkataan orang tuanya. Bandingkan dengan kebanyakan keluarga (Semoga anda bukan termasuk di dalamnya) yang memasukkan anaknya ke TPA, agar rajin membaca Al-Qur’an, namun orang tua tidak pernah membaca Al-Qur’an.

4. Kekuatan visi kembali menunjukkan buktinya. Semua berawal dari visis. Visi apa yang anda tanamkan, itulah yang akan mengarahkan anda dan akan anda tuai hasilnya. Sejak awal berkeluarga, Tamim dan Wiwi sudah bersepakat dengan satu visi untuk membentuk keluarga penghafal Al-Qur’an. Kekuatan visi yang kuat dan tidak asal-asalan, memberikan kekuatan kepada keluarga Tamim dan Wiwi untuk komitmen dengan pendidikan Al-Qur’an di rumah. Apakah anda sudah punya visi terhadap hidup anda? Anda yang bisa menjawabnya.

Bagaimana dengan anda? Ingat, jika anda ingin memperbaiki bangsa ini, mulailah dari masyarakat anda. Saat anda ingin mengubah masyarakat, harus anda mulai dari membentuk keluarga yang kuat dan mampu bermanfaat bagi sesame, serta menjadi contoh kebaikan bagi orang-orang sekitarnya. Mari kita bersama-sama berjuang membentuk keluarga yang luar biasa seperti Tamim dan Wiwi, demi masa depan Bangsa Indonesia yang jauh lebih baik.

-Superteens-

Posted by: insanmudatc | April 7, 2010

Insan Muda Siap SNMPTN

Insan Muda Siap SNMPTN 2010 !

SNMPTN merupakan salah satu gerbang untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang paling banyak diminati dan diikuti oleh lulusan SMA seluruh Indonesia. Sedikitnya jumlah kursi yang disediakan dibandingkan jumlah peminat, menjadikan SNMPTN menjadi momen ujian yang bergengsi dan penuh tantangan. Menurut data sepuluh tahun terakhir, rata-rata kursi yang disediakan hanya 20 % dari jumlah total peserta ujian.

Pengalaman telah membuktikan, bahwa sesungguhnya, dalam pertarungan ujian SNMPTN, MENTAL menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Sudah banyak contoh membuktikan bahwa banyak peserta ujian yang sudah siap dari segi materi ujian, gagal dikarenakan mentalnya tidak siap. Entah berakibat tegang, tidak percaya diri, takut dsb.

Fakta berbicara bahwa sebenarnya, pengaruh kekuatan mental dalam ujian SNMPTN sangat dominan, mencapai hingga 70 %. Hal ini menjadikan persiapan mental menjadi salah satu bekal yang patut dipersiapkan secara sangat serius.

Insan Muda Training Center, membuka layanan paket INSAN MUDA SIAP SNMPTN, yaitu paket untuk memenuhi kesiapan mental calon peserta ujian SNMPTN, dengan harga spesial tahun ini. Paket INSAN MUDA SIAP SNMPTN terdiri atas 2 program:

1. Konsultasi SIAP SNMPTN
Konsultasi personal tatap muka secara langsung. Dengan konsultasi secara personal, diharapkan calon peserta ujian dapat melakukan konsultasi secara bebas dan terbuka, mulai dari pemecahan masalah, sharing, hingga pencarian solusi. Konsultasi dilakukan di kantor kami. Cukup hubungi nomor  081322230658  (dapat dilakukan via SMS), buat janji, dan bertemu langsung sesuai janji yang telah dibuat. Biaya: GRATIS

2. Mentoring SIAP SNMPTN
Mentoring merupakan konsultasi persiapan mental rutin berkala seminggu dua kali mulai sejak mendaftar hingga selesai pelaksanaan ujian SNMPTN, dilakukan dalam kelompok kecil. Tujuan dibuat dalam kelompok kecil adalah agar dapat saling bertukar pengalaman dengan sesama calon peserta SNMPTN secara langsung, dan dapat saling menguatkan dalam satu kelompok sebagai sama-sama calon peserta SNMPTN. Prinsipnya, dalam sebuah perjuangan, bersama-sama dan saling menguatkan akan jauh lebih baik dibandingkan berjuang sendiri. Satu kelompok minimal 5 orang dan peserta mentoring sendiri yang menentukan teman-teman satu kelompok mentoringnya (Anda dan teman-teman anda mendaftar sebagai satu kelompok). Biaya: BEBAS (Harga Spesial untuk tahun ini)

Ayo…. tunggu apa lagi…
Jika anda adalah calon peserta SNMPTN, segera daftarkan diri anda ke nomor 081322230658. Dapat dilakukan via SMS (format bebas, yang penting keperluannya tersampaikan) atau via wall grup facebook kami. Segala bentuk pertanyaan dan konfirmasi dapat dilakukan dengan cara yang sama, via SMS atau via wall grup.

Salam Insan Muda

Posted by: insanmudatc | April 7, 2010

Dragon Zakura

Dragon Zakura, dorama yang menceritakan perjuangan murid-murid yang dianggap sampah masyarakat untuk meningkatkan harkat hidupnya di mata masyarakat. Sebuah film yang akan memompa semangat kita untuk tidak mudah menyerah dan berjuang tanpa henti untuk meraih impian kita. Sangat cocok bagi sahabat yang selama ini sering tidak percaya diri akan kondisi dirinya.

Dikisahkan ada sebuah sekolah yang selama ini menjadi SMA terburuk yang pernah dikenal di jepang, SMA Ryuzan. Nilai rata-rata seluruh siswanya 36, dan prosentase siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak pernah lebih dari 2 %. SMA Ryuzan, dengan prestasinya yang tidak kunjung membaik, mulai ditinggalkan para donaturnya, membuah sekolah ini terancam bangkrut.

Suatu hari, seorang pengacara bernama Sakuragi Kenji datang ke sekolah malang tersebut untuk mengurus kasus kebangkrutan Ryuzan yang sudah sampai ke tingkat pengadilan. Spontan pihak kepala sekolah memohon-mohon kepada Sakuragi untuk membantu mereka agar tidak dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Awalnya Sakuragi bersikap cuek saja. Saat di apartemennya, Sakuragi yang melihat kondisi dirinya yang miskin, melihat peluang yang bagus dari kasus Ryuzan. Sakuragi pun menyusun rencana untuk bisa membantu Ryuzan lolos dari kebangkrutannya, dengan satu alasan, jika ia berhasil, ia akan mendapat uang banyak, menjadi terkenal, dan tidak perlu lagi tinggal di apartemen yang kotor berantakan dan bobrok seperti tempat tinggalnya sekarang. Rencana yang disusun Sakuragi pun di luar dugaan, yaitu bagaimana cara memasukkan siswa –siswi Ryuzan, walau sedikit, ke Universitas Tokyo (Universitas unggulan di Jepang, ya… kalau di Indonesia, seperti ITB atau UI lah…). Sakuragi merancang program kelas khusus, yang berisi sedikit siswa, dengan kurikulum yang ia buat, dengan janji bahwa ia akan memasukkan 5 siswa Ryuzan ke Universitas Tokyo ! Tak diragukan lagi. Penolakan pun terjadi di kalangan guru-guru Ryuzan. Mereka menganggap ide Sakuragi gila dan tidak mungkin diwujudkan untuk sekolah seperti Ryuzan. Mereka khawatir, jika program ini gagal, akan membuat Ryuzan makin terpuruk karena semakin tidak dipercaya donatur.

Mampukah Sakuragi mewujudkan ambisinya? Sahabat bisa tonton sendiri dorama yang terdiri atas 11 episode ini.

Tokoh Sakuragi Kenji diperankan dengan sangat baik oleh Abe Hiroshi, dengan pembawaan karakter yang berwibawa, berpendirian kuat, percaya diri, namun terkadang egois dan tidak berperasaan. Dorama ini juga cukup menghibur dengan berbagai tingkah laku para guru Ryuzan yang konyol, kepala sekolah yang suka korup dan…. (tonton sendiri lah…. Aneh pokoknya), para siswa kelas khusus Sakuragi yang kadang kekanak-kanakan namun berjiwa kuat, dan sebagainya. Buat sahabat yang ingin melihat sebuah proses from zero to hero yang luar biasa, tonton dorama ini !

-Superteens-

Posted by: insanmudatc | April 7, 2010

Kegagalan = Investasi

Kesalahan, kegagalan, dan sejenisnya seringkali menjadi sebuah momok yang menghalangi seorang manusia untuk berkembang. Saat kita menghadapi suatu tantangan, yang sering terbayang adalah rasa takut akan gagal, sehingga membuat selalu takut berbuat salah. Akibatnya adalah keragu-raguan untuk mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan, sehingga membuat kita statis, tetap di tempat, dan tidak berkembang.

Sahabat…. Perlu kita fahami bersama bahwa segala sesuatu yang ada dimulai dari tidak ada, dan semua yang bisa dimulai dari tidak bisa (hal ini berlaku untuk semua kecuali Allah SWT). Apakah pemain sepak bola legendaris sekelas maradona sudah bisa bermain sepak bola sejak lahir? Apakah pembalap F-1 legendaris sekelas Michael Schumacher sudah mampu menyetir mobil F-1 sehebat itu tanpa belajar? Inilah yang harus kita renungkan. Bisa jadi selama ini kita tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena kita tidak mampu, namun kemauan yang keras dan keberanian untuk gagal belum tertanam dalam diri kita. Kesalahan dan kegagalan adalah hal yang wajar dan itu adalah hak bagi setiap orang yang sedang dalam proses belajar. Tanpa kegagalan, maka kita tidak belajar. Tanpa kesalahan, maka tidak ada introspeksi dan evaluasi sehingga tidak ada perbaikan ke arah yang lebih baik. Lampu pijar tidak akan tercipta dari tangan Thomas Alva Edison tanpa kegagalan yang dibuatnya sebanyak 1000 kali. Seringkali kita menjadi seperti penambang emas yang sudah menggali tanah begitu dalam, karena tidak kunjung menemukan, maka sang penggali menyerah. Padahal ia tidak tahu bahwa emas yang dicarinya sudah tinggal beberapa sentimeter di bawahnya.

Bukankah kesalahan dan kegagalan menimbulkan sebuah pengorbanan? Uang habis, waktu terbuang, tenaga tersia-siakan. Sahabat…. Adalah sesuatu yang sangat wajar saat kita ingin mendapatkan sesuatu, maka kita harus mengorbankan sesuatu juga. Begitu pula dalam proses belajar. Jika ingin menjadi lebih baik, pengorbanan itu adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Jika tidak mau berkorban, jangan harap menjadi lebih baik, karena tanpa pengorbanan, maka tidak ada proses belajar. Namun yakinlah…. Pengorbanan yang kita keluarkan untuk belajar, walau gagal, tidaklah menjadi sesuatu yang sia-sia, karena dengan kegagalan kita bisa mengevaluasi diri sehingga terjadi perbaikan. Jadi, pengorbanan kita bukan untuk membayar kegagalannya, namun untuk membayar proses belajarnya. Itulah yang telah dicontohkan oleh pejuang kemerdekaan indonesia di masa lalu, yang bahkan harus membayar dengan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia, dimana perjuangan para pahlawan menemui kegagalan demi kegagalan hingga akhirnya Indonesia berhahil menjadi negara yang mandiri pada 17 Agustus 1945. Pada kenyataannya, para pahlawan yang gugur tidaklah gugur dengan sia-sia, karena setiap nyawa yang dikorbankan memberikan inspirasi kepada pejuang lain untuk terus maju, tidak kenal menyerah, dan pantang mundur.

Dari ilustrasi di atas, dapat kita lihat bahwa sesungguhnya sebuah kesalahan atau kegagalan tidak membuat kita rugi, namun sebaliknya, membuat kita untung. Karena menambah kesempatan kita untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik, minimal tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu. Tinggal bagaimana kita mengubah Mindset kita tentang makna kesalahan dan kegagalan itu sendiri. Saat kita bisa memaknai kesalahan dan kegagalan sebagai invertasi, maka di situlah kita menjadi seorang pembelajar sejati.

-Superteens-

Posted by: insanmudatc | April 7, 2010

Antara “Kenapa” dan “Bagaimana”

Suatu hari, anda menerima sebuah keputusan atau kejadian yang tidak anda harapkan. Anda terkena musibah,  kehilangan sesuatu yang sangat anda sayangi, atau anda menerima keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan anda.

Ada 2 pertanyaan yang seringt keluar dari orang-orang yang mengalami hal serupa. Pertanyaan “Kenapa” dan “Bagaimana”. Apa bedanya? SANGAT BERBEDA

Bayangkan masalah itu datang, lalu mulailah bertanya “Kenapa”. Pertanyaan apa saja yang keluar?

Kenapa kok bisa begitu?

Kenapa saya mengalami musibah ini?

Kenapa dia berbuat seperti itu?

Kenapa ini bisa terjadi?

Ujung-ujungnya, anda akan bertanya, “Kenapa Allah memperlakukanku begini?!”

Bandingkan dengan saat anda memulai dengan pertanyaan “Bagaimana”. Pertanyaan apa saja yang keluar?

Bagaimana ini bisa terjadi? (bertanya proses untuk dievaluasi, bukan mempertanyakan kejadian)

Bagaimana caranya mengatasi hal ini?

Bagaimana agar ini terselesaikan?

Bagaimana agar tidak terulang kejadian yang sama?

Anda rasakan perbedaannya? dua kata yang sering anda anggap sederhana, dapat membuat perbedaan berarti.

Saat anda bertanya “Kenapa”, anda sedang mundur ke belakang, mempertanyakan kejadian, dan cenderung menyalahkan keadaan dan fokus pada masalah.

Saat anda bertanya “Bagaimana”, anda sedang dalam langkah progresif, maju ke depan, melihat masa lalu sebagai bahan evaluasi untuk melaju lebih jauh, dan anda cenderung menjadi pribadi solutif yang fokus pada solusi.

Mana yang akan anda pilih?

Sahabatku…. marilah mulai sekarang kita membiasakan untuk menghadapi berbagai cobaan hidup dengan “Bagaimana”, bukan “Kenapa”, agar selalu selangkah lebih maju dalam menemukan solusi-solusi hidup.

-Superteens-

Older Posts »

Categories