Posted by: insanmudatc | April 8, 2010

Lingkungan Sukses

Sebagai pemuda, anda lebih banyak dipengaruhi lingkungan daripada rumah. Perbedaan ini sangat mencolok dengan saat anda masih duduk di bangku SD. Karena itu, untuk menjadi seorang pemuda sukses, anda harus mencari lingkungan yang bisa membuat anda sukses. Ini harga mati yang tidak bisa ditawar. Karena itu, tidak salah jika saya katakan anda harus memilih dengan bijak siapa yang menjadi teman anda. Saat anda bergaul dengan pedagang minyak wangi, anda akan tertular bau wangi parfumnya. Saat anda bergaul dengan pandai besi, anda akan dapat bau hangus pembakaran tungku besinya.

Bagaimana sih lingkungan yang akan membuat anda sukses?

Ada beberapa kriteria yang dapat membuat lingkungan itu disebut lingkungan sukses:

1. Membuat anda dekat dengan Allah SWT

Lingkungan sukses adalah lingkungan yang akan membuat anda semakin dekat dengan Allah SWT. Tentu saja, berarti lingkungan ini harus jauh dari segala bentuk kemaksiatan.

Mengapa harus dekat dengan Allah SWT? Sederhana saja. Jika anda ingin uang, maka kepada siapa anda akan meminta? Kepada konglomerat atau kepada pengemis di pinggir jalan? Tentunya anda meminta kepada konglomerat. Alasannya simple, karena konglomerat memiliki uang berlebih, sedangkan pengemis tidak mempunyai uang. Kalaupun ada, belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Bagaimana pengemis bisa memberi anda uang.

Bicara soal sukses, sebenarnya siapa sih yang memiliki kesuksesan itu? Tentunya jika anda orang beragama, anda akan menjawab sama, yaitu Allah SWT. Jadi, kalau mau sukses, ya mintanya ke Allah SWT dong…. bukan ke yang lain.

Nah, sekarang coba bayangkan jika anda mau meminjam uang karena sedang butuh uang dalam jumlah besar. Anda mencoba untuk meminjam uang kepada orang yang lewat di depan rumah anda dan tidak anda kenal. Apa reaksi orang tersebut? Apakah anda akan diberi pinjaman?

Sekarang temui teman baik anda, yang paling dekat. Yang biasa jalan bareng, tidur bareng. Cobalah untuk meminjam uang darinya. Jika teman anda itu memiliki uang lebih, kira-kira apakah dia akan memberi anda pinjaman?

Jawabannya sudah jelas, bahwa anda akan lebih mudah mendapatkan apa yang anda inginkan jika anda meminta kepada orang yang sudah dekat dengan anda. Begitu juga saat anda ingin sukses. Sekedar meminta kepada yang memilikinya belum cukup. Anda akan jauh lebih mudah mendapat kesuksesan itu jika anda dekat dengan Sang Pemberi sukses itu. Karena itulah, mendekatkan diri kepada-Nya menjadi satu poin krusial dalam perjalanan anda untuk mendapatkan kesuksesan.

Di sekolah, ataupun kampus tempat anda mengenyam pendidikan, pasti lingkungan seperti itu ada. Misalnya, rohis/DKM/SKI di sekolah atau LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di kampus. Di lingkungan rumah anda juga tidak kalah banyaknya, seperti remaja masjid di kompleks tempat anda tinggal. Jika tidak menemukan juga, di kota tempat anda tinggal pastilah ada organisasi-organisasi keislaman tingkat kota yang dapat anda jadikan media anda untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Banyak kok. Tinggal anda mau berusaha mencari, pasti ketemu. Jadikan lingkungan tersebut salah satu lingkungan yang menjadi andalan anda untuk men-charge lagi keimanan kamu di saat berbagai godaan sudah menjauhkanmu dari Allah SWT.

2. Saling nasehat menasehati

Syarat berikutnya agar sebuah lingkungan menjadi lingkungan sukses, adalah saling nasehat-menasehati. Allah SWT berfirman dalam sebuah surat yang pasti anda sudah hafal.

Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS Al-’Asr 1-3)

Dalam surat Al-’Asr 1-3, Allah SWT mengatakan bahwa by default kita semua, saya maupun anda, sebenarnya berada dalam kondisi rugi. Lalu ditegaskan bahwa ada hal-hal yang membuat seorang manusia itu lepas dari kondisi kerugian, yaitu beriman, mengerjakan kebajikan, dan saling menasehati dalam kebenaran serta kesabaran. Mau jadi orang rugi? Jika tidak, mari saling menasehati! Dalam apa? Tentunya saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Bukan seperti komplotan koruptor yang bekerja sama, saling menasehati agar sama-sama saling untung dengan mengambil uang rakyat.

Dalam proses saling menasehati, tentunya harus ada proses legowo, tidak keras kepala. Namanya juga menerima nasehat. Terima dengan jiwa besar. Jika nasehat itu dari teman anda, Insya Allah pasti bermaksud untuk memperbaiki anda, bukan merendahkan anda. Begitu juga sebaliknya, anda juga jangan pelit untuk menasehati teman anda. Dengan perilaku saling memberi dan menerima, maka lingkungan tersebut akan menjadi lingkungan yang indah dan sangat membantu anda untuk sukses, karena begitu banyak orang dalam lingkungan yang ingin dan senang jika anda sukses.

3. Bersaing dan berlomba dalam kebaikan

Bersaing itu baik, jika persaingan terjadi secara sehat. Anda bisa melihatnya pada persaingan teknologi handphone. Bandingkan HP dulu dengan sekarang. Jaman tahun 90-an, saat HP baru masuk ke Indonesia, harganya sangat tinggi, bisa mencapai puluhan juta rupiah, dengan teknologi yang pas-pasan jika dibandingkan teknologi saat ini. Ukurannya besar dan berat. Gelombang sinyalnya berbahaya dan dapat lebih cepat merusak otak. Jika dipakai lama, anda akan merasakan telingan anda terasa hangat dan kepala anda merasakan pusing. HP jaman dulu juga hanya sebatas bisa dipakai telepon tanpa fitur lain, dengan harag pulsa yang melambung tinggi. Tidak heran jika pemilik HP hanya sebatas para eksekutif dan pebisnis kaya raya.

Bagaimana dengan HP sekarang? Semua orang punya HP, mulai dari orang paling kaya sampai dengan tukang sayur dan sopir angkot. HP sekarang ukurannya kecil, mudah dibawa, dengan fitur-fitur yang menarik dan tampilan yang indah, dan secara keseluruhan jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan HP jaman dulu yang harganya puluhan juta. Harga HP sekarang? Yang berkamera saja sudah ada yang berharga di bawah 500.000 rupiah. Jadi, harga turun drastis, kualitas naik drastis!

Perubahan yang besar dari teknologi dan harga HP ini disebabkan oleh persaingan yang terjadi antar produsen HP. Semakin banyaknya pengguna HP menuntut produsen HP untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk lebih jauh dengan harga lebih terjangkau agar orang tetap membeli produk mereka. Persaingan ini menguntungkan tidak hanya produsen HP, namun juga konsumen yang semakin luas cakupannya.

Bayangkan jika anda dan teman-teman anda bersaing dalam kebaikan, berlomba-lomba untuk melakukan amal soleh baik secara kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya kapasitas anda dan teman anda yang terpacu untuk terus ditingkatkan, namun lingkungan anda juga merasakan dampak kebaikannya karena semakin banyak menerima akibat dari aktivitas kebaikan yang anda dan teman-teman anda lakukan. Akhirnya, baik anda, teman anda, dan lingkungan sekitar anda menjadi semakin baik. Begitulah lingkungan sukses, tidak hanya menjadikan sukses bagi pribasi lingkungan tersebut, namun juga memberikan efek sukses kepada lingkungan di sekitarnya, karena hakikat sukses sebenarnya adalah bukan sekedar saat diri anda sukses, namun juga saat anda dapat mensukseskan orang lain.

4. Mau mengevaluasi anda

Jika anda diminta memilih teman, Anda pilih mana?

  1. Teman yang selalu memuji anda, membesar-besarkan anda, menganggap anda baik dalam semua hal, memenuhi semua keinginan anda
  2. Teman yang memberitahu anda bahwa anda salah di saat memang anda melakukan kesalahan, memberi anda input di saat kapasitas anda butuh ditingkatkan, mengatakan segala kondisi anda apa adanya.

Anda akan memilih teman a atau teman b?

Sekilas memiliki teman seperti poin a rasanya enak ya. Anda akan selalu merasa menjadi orang paling hebat tanpa cacat. Tidak pernah merasa direndahkan dan jauh dari resiko tersinggung. Jika anda berteman dengan teman tipe b, anda seakan-akan selalu dianggap punya kekurangan. Ada saja koreksi yang diberikan, seakan-akan anda tidak pernah sempurna.

Apakah anda adalah orang yang sempurna?

Saya ganti sedikit pertanyaannya ya

Apakah ada orang yang sempurna?

Anda, dan saya, bukanlah orang yang sempurna, dan tidak akan pernah menjadi sempurna. Ini bukan pernyataan pesimis. Namun memang begitulah batasan manusia sebagai makhluk ciptaan yang Maha Sempurna, satu-satunya yang sempurna di alam semesta ini. Karena itu, manusia tidak akan bisa hidup sendiri, karena ketidaksempurnaannya perlu dilengkapi oleh orang lain.

Jangankan anda sebagai manusia. Nabi Adam saja, seorang nabi yang kedekatannya dengan Allah SWT tidak perlu dipertanyakan, tinggal di dalam surga yang kenikmatannya juga tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi hidup sendiri, merasa kesepian. Karena itu Nabi Adam meminta kepada Allah SWT untuk diberi pendamping hidup, dan Allah SWT memberi Siti Hawa.

Seandainya anda diberi Negara Indonesia seluruhnya. Mulai dari sabang sampai merauke, semuanya milik anda. Monas, Tugu Pahlawan, Jembatan Tol Pasoepati, Jalan Tol Cipularang, Danau Toba, Pupuk Kaltim, Bunaken, Freeport semua boleh anda bawa pulang! Tapi di anda harus hidup tetap hidup di Indonesia, dan sendirian. Mau?

Inilah indahnya hidup yang sudah dirancang dengan sangat baik oleh Allah SWT. Sebuah kehidupan saling mengisi.

Dalam proses saling mengisi untuk saling memperbaiki diri, perlu adanya kejujuran. Teman tipe a mungkin terasa enak, namun tidak akan bertahan lama, sampai saatnya anda benar-benar hancur karena tidak pernah meningkat kapasitasnya. Dalam proses daling mengisi, memang diperlukan kesabaran dan keterbukaan untuk diberi masukan dan masukan yang benar-benar anda butuhkan hanya dapat keluar dari orang yang mau jujur memandang anda apa adanya dan mau memberi tahu anda apa adanya juga, sehingga anda dapat dinilai apa adanya. Dari situ, anda dapat senantiasa meningkatkan diri menjadi manusia yang selalu lebih baik dari sebelumnya.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Koreksi dari teman anda awalnya terasa tidak enak, namun akan berdampak positif saat anda mau menerimanya dengan ikhlas dan hati lapang, terbuka serta siap memperbaikinya. Percayalah!

Siap untuk mencari lingkungan sukses? Lingkungan sukses tidak akan datang dengan ditunggu. Ia akan anda dapatkan dengan melakukan pilihan. Life is Choice, Choice must Wise. Pikirkan lingkungan yang akan baik untuk anda dalam jangka panjang. Jangan terpengaruh oleh lingkungan yang seakan enak dan menyenangkan, namun sesungguhnya, tidak begitu lama akan menghancurkan anda.

Cukuplah keadaan sekitar anda menjadi bukti bagaimana pemuda begitu mudah terjerumus ke jurang kenistaan, karena tidak bijak dalam menentukan pilihan hidup, dan hanya melandaskan pilihan pada kesenangan semu semata. Berbagai tantangan di persimpangan jalan yang menghadang.

Anda ingin sukses? Lakukan sekarang juga!

-Superteens-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.